Tidur Terlentang pada Ibu Hamil

Ibu hamil memang dianjurkan paling baik untuk tidur miring kanan atau kiri. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, yaitu untuk menghindari bayi dalam rahim kurang asupan oksigen. Apabila ibu tidur terlentang, vena kava inferior yg bertugas membawa asupan gizi dan oksigen pada bayi dapat tertindih karena bayi itu sendiri sehingga menyebabkan bayi kurang oksigen.

Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Selain dapat menyebabkan bayi lhr dengan BB rendah, juga menyebabkan bayi mati dlm kandungan.

Penelitian terbaru menyebutkan banyak wanita ghana afrika beresiko tinggi mempunyai bayi dengan BB rendah dan juga yg mati dalam rahim. Ini terjadi karena mereka tidur dengan posisi terlentang. Tentu saja hal ini sangat disayangkan mengingat tingginya angka kematian bayi di afrika.

Oleh karena itu buat ibu hamil lebih baik tidur dengan posisi miring bila tidak nyaman diganjal bantal agar pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan optimal.

Sumber: sciencedaily.com

Bahaya Mengalami Hiperemesis Gravidarum Trimester 2

Biasanya hiperemesis gravidarum (HG) normal terjadi di usia kehamilan (UK) muda, khususnya trimester (TM) 1. Ini terjadi karena pengaruh dari HCG (Hormone Chorionic Gonadotropin), atau dikenal sebagai hormon kehamilan. Tahukah anda ternyata kalau HG terjadi di trimester 2 berbahaya buat si baby. Baby beresiko KMK (Kecil Masa Kehamilan) dan plasenta akan terganggu seperti terjadinya penyumbatan.

Studi ini dimonitori oleh The Swedia Medical Birth dengan melihat register ibu yg menjalani pengobatan karena HG dan resiko terjadinya gangguan plasenta pada tahun 1997-2009 dibanding ibu hamil tanpa HG. Studi ini dilakukan dengan melihat resiko yg terjadi pada TM 1 dan TM 2. Gangguan plasenta yg diamati penyumbatan plasenta, janin mati dalam kandungan (UK >28 mg), dan KMK.

Hasilnya pada TM 1 ada peningkatan resiko preeklamsi dibanding bumil normal, tetapi tidak ada kaitannya dengan gangguan plasenta atau KMK. Terjadi peningkatan resiko pada TM 2. Dua kali peningkatan resiko prematur karena preeklamsi 0,6% vs 1,4%. Tiga kali lipat penyumbatan plasenta 0,4% vs 1,1%. Sebanyak 39% resiko meningkatnya KMK 2,4% vs 4%. Tidak ada kaitannya HG dengan kematian janin dalam kandungan.

Untuk bumil yg mengalami HG harus mulai waspada dengan melihat studi ini. Lebih baik bumil sering konsultasi ke SPOG sehingga lebih cepat mendapatkan penanganan tepat.

Sumber: sciencedaily.com

Antibiotik untuk Ibu Hamil?

Antibiotik biasanya dijadikan andalan buat ngatasi semua penyakit yg disebabkan bakteri. Tapi kalau yg terkena infeksi ibu hamil gimana? Yg jelas antara pro dan kontra buat ngasihin. Di vemale.com disebutin boleh memberikan antibiotik asal pada trimester kehamilan tertentu, antibiotik jenis penisilin, harus konsul Dr.SPOG.

Padahal kalau kita liat efeknya buat baby cukup mengkawatirkan. Baby bisa alergi, kekebalan tubuhnya jadi gak maksimal, penggunaan jangka panjang bisa bikin cacat. Temanku pernah liat bayi lahir sc riwayat pengguna antibiotik bayinya alergi, kulit tangan memerah. Hemmm,, cukup susah juga ya. Karena itu harus dipikirin secara masak2 kalau dikasih dokter obat penisilin.

Buat nyegah biar gak kena infeksi, yg paling sering infeksi kencing ma keputihan abnormal. Pertama kebersihan daerah kewanitaan harus dijaga. Kalau celana basah cepet ganti. Kalau keputihan (keluar banyak saat hamil disebabkan hormon kehamilan, yg gak normal kalau gatal, perih, panas, warna ijo) paling baik kalau pake pantyliner tapi tetep harus sering ganti. Gak boleh nahan pipis, jangan minum teh, kopi, minuman kaya fanta dsb, semangka biar gak sering pipis. Minum air paling banyak di pagi-siang hari, kalau malam minum airnya sedikit ja biar gak sering kencing. Jangan lupa kalau cebok abis pipis gerakan tangannya dari belakang kedepan, biar kumannya gak masuk ke saluran kencing.

Janin Belajar Bahasa dalam Kandungan

Christine Moon, professor psychology di Pacific Lutheran University, mengatakan bahwa bayi dalam kandungan sudah mulai belajar bahasa dari suara ibunya. Penelitian ini dilakukan pada bayi usia kehamilan 6/7 bulan. Kemudian Moon melakukan penelitian terhadap bayi baru lahir dengan menggunakan bahasa inggris dan swedia. Saat bayi mendengar suara, mereka akan merespon dengan menghisap dot yg telah tersambung pada komputer dan menghasilkan bunyi vokal.
Patricia Kuhl, Endowed Chair for the Bezos Family Foundation for EarlyChildhood Learning and Co-Director ofthe University of Washington’s Institute for Learning and Brain Sciences melakukan test terhadap bayi baru lahir dengan menggunakan 17 bunyi bahasa asalnya dan 17 bunyi bahasa asing. Para peneliti tertarik dengan berapa lama dan seringnya mereka menghisap dot dan menciptakan bunyi suara vokal. Para bayi diteliti di dua tempat RS yaitu Stockholm dan Tacoma. Bayi yg diteliti lebih banyak menghisap dot saat mendengar bahasa asing. Ini menunjukkan bahwa bayi baru lahir mempelajari bahasa saat dalam kandungan.

Kemudian test dilakukan di Tacoma dan Swedia. Empat puluh bayi ditest di Tacoma, 40 bayi di Swedia. Bayi berumur 7-75 jam setelah lahir. Test menggunakan bunyi vokal karena lebih menonjol dan sering digunakan. Studi ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kapasitas untuk belajar dan mengingat bahasa dasar mereka dari ibu selama 10 minggu kehamilan (sensor dan mekanisme otak untuk mendengar saat usia kehamilan 30 minggu).

Kuhl mengatakan studi sebelumnya bahwa janin dapat mengingat ritme musik, dan dengan studi ini menunjukkan bahwa janin dapat belajar bagian kecil dari bahasa.

Sumber: sciencedaily.com

Mengkonsumsi Obat Anti Depresi Saat Hamil tidak menyebabkan Kematian Janin dan Bayi

Sebanyak 7% – 19% wanita hamil di negara berkembang mengalami depresi. Depresi kehamilan bisa menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan janin terhambat, terjadinya prematur, dan juga kematian janin ataupun bayi.

Studi yg dilakukan Olof Stephansson, M.D., Ph.D., dari institut Karolinska, Stockholm, Swedia terhadap 30.000 wanita dari negara nordic (Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia) yg menggunakan obat anti depresi, hamil anak pertama sejak tahun 1996-2007 menunjukkan bahwa tidak ada resiko terjadinya bayi lahir mati, mati dalam kandungan, dan kematian bayi. Studi ini dilakukan dengan melihat karakteristik maternal, kehamilan, bayi yg dilahirkan dari rekam medik pasien. Resiko meningkatnya terjadinya kematian janin dan bayi selama ibu menggunakan obat anti depresi disebabkan oleh penyakit psikis pada ibu. Oleh karena itu penggunaan obat anti depresi selama kehamilan tidak meningkatkan resiko terjadinya angka kematian janin dan bayi.

Sumber: sciencedaily.com

Fetus Menguap dalam Rahim

Beberapa peneliti menemukan bahwa fetus dalam rahim menguap dan dikaitkan dengan tingkat kesehatan mereka. Penelitian ini dilakukan dengan usg 4D terhadap 15 bayi. Banyak pro dan kontra terhadap pernyataan ini. Ada yg berpendapat fetus menguap bisa saja karena mereka sedang mengantuk. Terlepas dari pro dan kontra para peneliti mengatakan bayi menguap sebagai tanda bertambahnya usia mereka dalam kandungan, dan juga matangnya sistem saraf pusat di otak. “Tentu saja pernyataan ini perlu ditindaklanjuti kedepannya’ kata Durham dan Univ.Lancaster.

Video dapat dilihat disini http://en.wikipedia.org/wiki/File:Fetal_yawning_4D_ultrasound_ecografia_4D_Dr._Wolfgang_Moroder.theora.ogv

sumber: sciencedaily.com

Tanda-tanda Persalinan

Saat-saat yg ditunggu tiba. Nggak nyangka usia kehamilan dah menginjak 9 bulan. Biasanya persalinan dapat terjadi maju, tepat, atau mundur. Sehingga diperlukan tingkat waspada yg tinggi bagi ibu hamil. Pengalaman persalinan yg lalu juga tidak menjamin ibu tsb tau dan siap menghadapai persalinan.

Persalinan terjadi dengan tanda-tanda yg umumnya diawali dengan keluarnya lendir bercampur darah, air ketuban pecah ( air ketuban baunya bisa amis, berisi rambut atau bagian-bagian lain janin, lebih encer dari urine ), nyeri perut yg menjalar dari depan ke belakang yg intensitasnya makin lama makin sering dan rasanya makin nyeri. Jika ibu hamil menemukan 1 atau 3 tanda seperti diatas, diharapkan untuk segera datang ke dokter/bidan terdekat.