KB Wanita Usia diatas 40 Tahun

Umumnya saat wanita usia diatas 40 tahun mereka tetap ingin ber-KB untuk mencegah kehamilan. KB yg disarankan WHO antara lain IUD, implan, dan steril. KB oral juga bisa digunakan, selain mencegah kehamilan KB oral juga dapat mengurangi perdarahan saat mens dan mengurangi gejala perimenopause yaitu hot flush. Selain itu kondom dan diafragma terbukti efektif digunakan saat usia ini karena tingkat kegagalannya rendah dibanding pada wanita muda.

Sumber: sciencedaily.com

Iklan

Kondisi Psikis Pria dengan Kelainan Biseksual

Pria dengan kelainan seksual biseksual, yaitu penyuka sesama jenis dan beda jenis ternyata menyembunyikan kecenderungan mereka menyukai sesama jenis, gejala-gejala kecemasan, dan juga kekawatiran kata peneliti dari Univ. Columbia Mailman School dari kesehatan masyarakat. Dr. Schrimshaw menemukan bahwa penyembunyian kelainan seks ini dikaitkan dengan gejala depresi, kecemasan dan juga rendahnya tingkat emosinya. Mereka berpikir bahwa pengungkapan kepada pasangan wanitanya hanya akan memberi dampak penolakan terhadap mereka.

Studi ini dilakukan terhadap pria biseksual, hidup normal dan menyembunyikan kelainan homoseksualnya sebanyak 203 pria bukan gay di New York. Mereka menemukan pria yg hidup dengan istri ataupun pacar wanitanya, berpikir bahwa mereka normal, dan mempunyai frekuensi seks yg rendah terhadap pasangan prianya. Pria dengan penghasilan tinggi cenderung menyembunyikan kelainan seksualnya dibanding dengan pria yg berpenghasilan rendah.

Hampir sebanyak 38% pria belum menceritakan kepada siapapun bahwa mereka melakukan hubungan seksual dengan pria. Hanya sebanyak 41% yg telah memberanikan diri dengan menceritakan terhadap sahabat ataupun orangtuanya.

Sumber: sciencedaily.com

Perkiraan Menopause Wanita Berdasar Faktor Ibu

Setiap wanita pasti mengalami menopause. Baru2 ini dilakukan penelitian yg berhubungan dengan menopause pada ibu dan jumlah telur di ovarium anak perempuannya. Penelitian dilakukan dengan 2 metode antara lain melihat level Anti Mulerian Hormone (AMH) dan Antral Follicle Count (AFC) terhadap anak perempuannya dan melihat usia menopause ibu mereka. Peneliti menemukan bahwa AMH & AFC berkurang cepat pada wanita dg ibu menopause awal(55 thn).
Penelitian dg sampel 527 wanita bekerja di univ. RS Copenhagen, berusia 20-40 thn dimana usia menopause ibu mereka telah diketahui. Mereka dibagi menjadi 3 kategori yaitu dg ibu menopause awal usia 55 thn, setelah melihat faktor2 yg dapat mempengaruhi hasilnya seperti KB, merokok, umur, dan BMI, hasilnya berturut2 ibu menopause awal, normal, terlambat yaitu 8,6%, 6,8%, dan 4,2% dimana level AMH mengalami pengurangan. Hasil yg sama juga terlihat pada AFC dimana berturut2 sebanyak 5,8%, 4,7%, dan 3,2% mengalami pengurangan. Peneliti juga menemukan terjadinya pengurangan level AMH & AFC lebih rendah pada pemakai KB oral dibanding mereka yg tidak kb yaitu 27,3% dan 26,8%.
Penelitian sebelumnya menunjukkan diperlukan selang waktu selama 20 thn mulai dari masa subur sebelum wanita siap menjadi menopause. Jadi wanita yg mengalami menopause usia 45 thn kemungkinan mengalami pengurangan kesuburan pada usia 25 thn. Dapat diambil hipotesis bahwa kemungkinan kesuburan wanita tergantung dari faktor ibu.
Penelitian ini masih belum sempurna dan harus ditindaklanjuti lagi dengan meneliti AMH wanita sampai mengalami menopause.

Sumber: sciencedaily.com

Olahraga Meningkatkan Kualitas Semen

Semen adalah cairan yg keluar bersama dengan sperma. Pada pria biasanya kualitas semen akan berkurang pada usia 50 tahun. Diantara berbagai faktor, hal ini juga terjadi karena faktor dari luar, alkohol, dan merokok.
Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan melihat hubungan antara kualitas sperma dan gaya hidup laki-laki. Penelitian dipublikasikan di Jurnal Fisiologi Eropa, laki-laki yg melakukan latihan fisik mempunyai level hormon lebih baik dan proses pembentukan sperma lebih sehat pada gonad. Analisa dengan melihat parameter kualitatif sperma seperti volume ejakulasi, jumlah sperma, mobilitas dan bentuk sperma. Selain itu juga melihat hormon FSH, LH, testosteron, kortisol dan juga rasio.
Penelitian dilakukan pada 31 pria, dihasilkan bahwa pria yg aktif melakukan kegiatan fisik mempunyai semen yg lebih baik, juga ditemukan perbedaan hasil pada parameter seminologi dimana bertambahnya kecepatan dan bentuk sperma, FSH, LH, testosteron dan juga rasio.
Pada tahun 2010, penelitian dilakukan terhadap olahraga kaum elit seperti pemain waterpolo dan triathletes, ditemukan bahwa mereka mempunyai kualitas sperma lebih buruk dibandingkan dengan pria aktif latihan fisik.
Adanya penelitian ini semakin menegaskan pentingnya olahraga bagi pria. Selain olahraga bagus buat kesehatan tetapi juga bagus untuk vitalitas.

Sumber : sciencedaily.com

Obesitas, BB Turun, Belum Tentu Hamil

Obesitas terutama pada wanita merupakan momok yg menakutkan. Bukan hanya karena banyaknya penyakit yg mengintai, tetapi juga dapat mempersulit terjadinya kehamilan.
Bagi wanita obesitas yg ingin mempunyai anak dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan pada wanita obesitas mempunyai fase folikuler (bakal telur) yg panjang, sehingga terjadinya ovulasi (matangnya sel telur, atau subur) sangat sulit.
Penelitian yg dilakukan oleh Penn State College of Medicine Researches pada 29 wanita obesitas, dengan melihat frekuensi ovulasi dan kualitasnya dengan cara mengumpulkan urine tiap pagi, melihat siklus mens dan juga hormon pada ovarium. Peneliti menemukan frekuensi ovulasi meningkat lebih dari 90% setelah dilakukan operasi perut untuk menurunkan BB. Peningkatan terjadi pada bulan 1,3,6,12,24 bulan setelah operasi. Pada kualitas ovulasi tidak ada perubahan, siklus pada ovarium mengalami perubahan sedikit.
Melihat penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wanita obesitas, BB turun, tidak menjamin terjadinya kehamilan. Kehamilan terjadi bukan karena adanya ovulasi saja, tetapi juga tergantung dari hasrat seksual masing-masing pasangan dan juga intensitas hubungan seksual.

Sumber: sciencedaily.com