Efek Negatif Anestesi SC

Pemberian anestesi (obat bius) saat SC memberikan dampak negatif pada perkembangan fetus berdasarkan studi terbaru dari National Center for Toxological Research Arizona.
Hasil penelitian ini didapat dengan melakukan penelitian terhadap tikus yg melahirkan dengan pemberian anestesi. Efek negatif anestesi terjadi pada anak tikus yg dilahirkan. Anestesi tsb yg terdiri dari N2O (Natrium Dioksida), ISO (Isoflurane), NMDA (N-metil-D-aspartat) mempunyai efek neurotoksik pada jaringan otak (N2O+ISO) dan membunuh sel saraf, hal ini berlawanan dengan penelitian sebelumnya.
Mempertimbangkan hasil penelitian ini, ibu hamil+bayi yg dianestesi saat SC potensial terjadinya kerusakan jaringan otak dan saraf pada bayi yg dilahirkan.

Sumber: sciencedaily.com

Iklan

Misoprostol, Pencegah Perdarahan Post Partum

Peneliti menemukan pemberian misoprostol tablet setelah melahirkan membantu mencegah perdarahan post partum (setelah melahirkan) pada wanita dengan persalinan di rumah. Penelitian yg dipublikasikan oleh International Journal Obstetric and Gynaecology ini didukung bukti yg kuat pada negara India dan Pakistan.

Sebanyak 800 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Mayoritas faktor penyebab pada negara berkembang adalah perdarahan post partum. Dr Bilal Avan, koordinator peneliti dari IDEAS, an evaluation project at the London School of Hygiene & Tropical Medicine mengatakan karena kurangnya tenaga yg ahli, dan buruknya fasilitas kesehatan misoprostol dapat digunakan untuk persalinan di rumah sebagai obat pencegah terjadinya perdarahan post partum.

Tetapi ada efek negatif dari pemberian misoprostol ini, biasanya terjadi demam dan menggigil pada ibu yg meminumnya. Walaupun begitu penelitian lebih lanjut diperlukan karena tidak diketahuinya efek samping dari misoprostol ini terhadap bayi ataupun terhadap ibu.

Sumber: sciencedaily.com