Obesitas, BB Turun, Belum Tentu Hamil

Obesitas terutama pada wanita merupakan momok yg menakutkan. Bukan hanya karena banyaknya penyakit yg mengintai, tetapi juga dapat mempersulit terjadinya kehamilan.
Bagi wanita obesitas yg ingin mempunyai anak dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan pada wanita obesitas mempunyai fase folikuler (bakal telur) yg panjang, sehingga terjadinya ovulasi (matangnya sel telur, atau subur) sangat sulit.
Penelitian yg dilakukan oleh Penn State College of Medicine Researches pada 29 wanita obesitas, dengan melihat frekuensi ovulasi dan kualitasnya dengan cara mengumpulkan urine tiap pagi, melihat siklus mens dan juga hormon pada ovarium. Peneliti menemukan frekuensi ovulasi meningkat lebih dari 90% setelah dilakukan operasi perut untuk menurunkan BB. Peningkatan terjadi pada bulan 1,3,6,12,24 bulan setelah operasi. Pada kualitas ovulasi tidak ada perubahan, siklus pada ovarium mengalami perubahan sedikit.
Melihat penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wanita obesitas, BB turun, tidak menjamin terjadinya kehamilan. Kehamilan terjadi bukan karena adanya ovulasi saja, tetapi juga tergantung dari hasrat seksual masing-masing pasangan dan juga intensitas hubungan seksual.

Sumber: sciencedaily.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s